Bangsa (in)Toleran

7 Des

toleran/to·le·ran/ a bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

aq ingat kata itu pertama kali aq dengar di sekolah. kata guruku, indonesia bangsa yang toleran. masa iya? loh, koq ngga percaya. liat dong rumah ibadah banyak berdiri berdekatan. kalo beda pendapat diputuskan dengan rembug alias musyawarah. berbagai suku bisa hidup bertetangga. siapa saja bisa jadi pejabat, pegawai negeri bahkan presiden tanpa memandang suku, agama, dan ras. bangsa lain iri dengan kita. sungguh? bohong dosa loh, bu.

mungkin bangsa ini toleran, duluuuu.karena seperti manusia, kepribadian sebuah bangsa juga tumbuh dan berkembang dan bisa berubah. kini, kejadian nyata didepan mata sehari-hari tidak membuktikan itu. ah, sangat disayangkan jika tidak lagi toleran? ngga juga. sama seperti sikap dan jalan hidup, menjadi toleran adalah pilihan. jika bangsa ini memilih untuk tidak lagi toleran sah saja.

banyak dari kita, (mungkin saya juga) malu-malu untuk mengakui. tapi diam-diam dalam hati mendukung sikap intoleransi yg ditunjukkan kepada pihak lain. tidak heran di negara ini praktik intoleransi kerap berulang terjadi. pihak yang melakukannya sering tidak diapa-apakan. tapi kecaman terus berdatangan. tapi ya itu tadi, tidak diapa-apakan.

jadi marilah tanpa basa-basi proklamirkan saja intoleransi kita. apa ngga capek bermuka dua. tegas katakan, aq tidak toleran. aq ga suka ada rumah ibadah lain berdiri dekat rumah ibadahku. pendapatkulah yang benar, kalo tidak setuju ayoook voting. kita lihat siapa yg pendukungnya lebih banyak. adat kebiasaan tetanggaku aneh. emang dasar mereka dari suku terbelakang. boleh bergaul dengan suku ini dan ras itu. tapi jangan terlalu akrab. apalagi jadi mantu, waduuh jangan sampe deh. loh koq lurahku beda agama denganku, harus diganti.wilayah ini kan sebagian besar suku anu dan agama anu. penerimaan dan penempatan pegawai ya harus lebih banyak dari suku anu dan agama anu doong. itu baru adil. presiden indonesia? ah sudahlah, kalo bukan suku ini dan agama ini jangan mimpi jadi presiden.

fakta toh. masih malu-malu mengakui? ndak apa apa. guruku ngga bohong. karena bangsa ini saat jamannya emang toleran. guru sekarang yang bohong. jika hari ini masih bilang bangsa ini toleran. tidak ada bangsa yang iri dengan kita. malahan sering kita bermimpi negara ini suatu hari jadi seperti negara itu dan itu.
jadi, banggalah sebagai bangsa. bangsa yang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: