Data Statistik Berkualitas : Masih (saja) Wacana atau Menjawab Tantangan

14 Feb

Mengapa membutuhkan data statistik berkualitas?

Antara lain karena data statistik adalah bahan yang sangat penting sebagai rujukan maupun evaluasi bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan kebijakan yang efektif dan efisien untuk kesejahteraan rakyat.

Jika mengacu ke renstra BPS 2010-2014 data berkualitas jika memenuhi kriteria akurat, relevan, tepat waktu, koheren, dan mudah diinterpretasi. Memasuki tahun 2014, apakah data statistik yang dihasilkan oleh BPS sudah memenuhi kriteria tersebut? Dalam renstra dituliskan bahwa peningkatan kualitas data statistik masih berkutat dengan metodologi dan teknis statistik. Mungkin saja ‘berlindung’ dibalik metodologi atas setiap pertanyaan terhadap kualitas data yang dihasilkan. Tapi apakah itu cukup mampu dengan baik menjawab tantangan untuk data berkualitas sesuai dengan kriteria yang disusun BPS sendiri? Padahal perlu disadari ada banyak faktor lain yang berperan penting untuk meningkatkan kualitas data. Sebut saja kapasitas SDM yang baik dan dukungan teknologi informasi yang tepat dan mutakhir.

Bagaimana meningkatkan kualitas data statistik?

Pertanyaan ini muncul didasari fakta bahwa ada gap antara kondisi yang terjadi dengan kondisi ideal yang diinginkan terjadi. Kondisi ideal tentu saja data statistik yang memenuhi kriteria data berkualitas. Lalu bagaimana dengan kondisi yang terjadi? Kendala apa sehingga data statistik yang ada belum memenuhi kondisi ideal?

Kendala bisa muncul dari dalam dan dari luar organisasi. Kesadaran dan respon masyarakat yang masih rendah tentang pentingnya data memunculkan sikap skeptis dan penolakan, juga data sektoral yang kualitasnya belum bisa diandalkan menjadi contoh kendala yang dihadapi oleh BPS saat ini. Namun tidak kalah kompleks kendala internal. Sebut saja konsistensi data statistik lintas sektor, pelaksanaan survei yang tumpang tindih, penyebaran SDM yang tidak merata dan sebagainya menjadi pekerjaan rumah yang rasa-rasanya belum terselesaikan dengan baik.

Kualitas data yang tak memadai akan menghasikan informasi yang meragukan dan menciptakan tahapan kerja yang sebenarnya tidak diperlukan. Praktik berulang selama ini secara reaktif melakukan data cleansing atas temuan kualitas data yang buruk, namun pendekatan kuratif seperti itu bersifat sementara, tidak efisien dengan munculnya biaya yang tak terduga dalam perbaikan kualitas data, serta proses rekonsiliasi data yang melelahkan terus menerus tanpa memecahkan akar masalah dari isu kualitas data yang buruk tersebut.

Peningkatan kualitas data tidak bisa berjalan sendiri tanpa kapasitas SDM yang baik dan dukungan teknologi informasi. Seiring dengan peningkatan fungsi teknologi informasi dalam mengolah data, memastikan kualitas data yang diolah tersebut bisa konsisten dan akurat, serta menjamin ketersediaan data membutuhkan dukungan dari keberadaan manajemen kualitas data yang sistemik.

Dukungan teknologi informasi yang mutakhir menjadi tidak signifikan perannya bila isu kualitas data tidak diantisipasi dari hulunya. Dalam pendekatan manajemen kualitas data sistemik tersebut, diperlukan institusionalisasi proses yang utuh dalam pengawasan kualitas data, diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan BPS yang paling signifikan akan kualitas data dan menentukan cara terbaik untuk mengukurnya.

Proses yang utuh ini dimulai dari sejak bagaimana mengukur kualitas data, proses monitoring dan kontroling data, hingga pelaporan kualitas data. Setelah berhasil mengidentifikasi akar permasalahan yang ditemukan dalam suatu rangkaian pemrosesan data, diperlukan prosedur formal yang jelas untuk melakukan tindakan korektif atas permasalahan kualitas data tersebut. Prosedur formal memberikan kerangka siap pakai dalam menangani kualitas data yang buruk dan membantu mengendalikan pelaksanaan tahapan yang dilakukan dan memastikan akan berujung pada solusi permanen.

Keberpihakan anggaran untuk program strategis juga menjadi keniscayaan atau perdebatan. Mampukah BPS menghasilkan data yang berkualitas dengan dukungan anggaran yang ada saat ini? Jika ada kompromi anggaran apakah ada kompromi terhadap kualitas data yang dihasilkan?

Tidak kalah pentingnya kepekaan BPS untuk merespon kebutuhan data terkini. Upaya, waktu dan biaya yang dikerahkan untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas seperti kehilangan makna jika hanya menjadi sekedar catatan di lembaran kertas atau buku tanpa ada yang memanfaatkan ataupun jika ada tidak sebanding dengan ‘investasi’ yang diberikan untuk menghasilkannya. Data statistik yang berkualitas harus mampu menjawab kebutuhan data masyarakat.

(Referensi : Renstra BPS 2010-2014 2nd edition; Transforma Institute : Manajemen Kualitas Data)

2 Tanggapan to “Data Statistik Berkualitas : Masih (saja) Wacana atau Menjawab Tantangan”

  1. milo Agustus 28, 2015 pada 5:37 am #

    faktor SDM memang sangat berpengaruh. selain pencacah yang perlu ditingkatkan skill dan disiplinnya, responden juga perlu ditingkatkan kesadarannya agar kooperatif ketika disurvei. tapi yang paling “menantang” saat ini adalah waktu. dengan beban kerja yang kadang tidak manusiawi dan waktu yang singkat seperti proyek bandung bondowoso, kualitas petugas yang paling pandai dan rajin pun bisa menurun.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Keakuratan Data yang Dimiliki oleh BPS | Let the story begin - Oktober 28, 2015

    […] Ervin. 2014. Data Statistik Berkualitas: Masih (Saja) Wacana  atau Menjawab Tantangan. Diakses dihttps://bunawolo.wordpress.com/2014/02/14/data-statistik-berkualitas-masih-saja-wacana-atau-menjawab…. (diakses 20 Desember […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: