Indeks Kemiskinan

13 Feb

Terkait dengan angka kemiskinan, kemarin ada seorang teman dari pemerintah daerah bertanya apakah BPS menghitung P1 dan P2 daerah tempat aku bekerja ini. Spontan aku menjawab, sepertinya tidak karena tidak ada kewajiban untuk menghitung angka tersebut. Namun dalam hati sebenarnya ragu jangan-jangan datanya ada. Dan ternyata…..BPS memang mengeluarkan angka kemiskinan dan indeks P1 dan P2 (piss !)

Nah, untuk menebusnya aku posting aja disini biar bisa dibaca oleh semua orang yang kebetulan nyasar disini. Semoga bermanfaat.

Indeks Kemiskinan Manusia (IKM)

Konsep Definisi

Indeks komposit yang mengukur derivasi (keterbelakangan manusia) dalam tiga dimensi: lamanya hidup, pengetahuan dan standar hidup layak. IKM ini mengartikan tingkatan status kemiskinan manusia di suatu wilayah.

Kegunaan

Untuk mempermudah perbandingan antar wilayah maupun negara. Untuk melihat kecenderungan tingkat kemiskinan di suatu wilayah. Tingkatan status kemiskinan tersebut bisa menjadi alat ukur yang berfungsi sebagai patokan dasar perencanaan jika dibandingkan antar waktu untuk memberikan gambaran kemajuan setelah suatu periode atau perbandingan antar wilayah untuk memberikan gambaran tentang tingkat kemajuan suatu wilayah relatif terhadap wilayah lain.

Interpretasi

Nilai IKM berkisar antara 0-100. Semakin tinggi nilai IKM menunjukkan tingkat/derajat kemiskinan penduduk disuatu wilayah semakin tinggi. Klasifikasi yang dikeluarkan oleh UNDP sendiri membagi tingkat-tingkat kemiskinan suatu daerah ke dalam 4 klasifikasi derajat kemiskinan. Empat klasifikasi tersebut yaitu: klasifikasi rendah dengan nilai IKM kurang dari 10, klasifikasi menengah rendah dengan nilai IKM 10-25, klasifikasi menengah tinggi dengan nilai IKM 25-40, dan klasifikasi tinggi dengan nilai IKM lebih dari 40.

 

Garis Kemiskinan (GK)

Konsep Definisi

Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Kegunaan

Untuk mengukur beberapa indikator kemiskinan, seperti jumlah dan persentase penduduk miskin (headcount index-Po), indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index-P1), dan indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index-P2)

Interpretasi

Garis kemiskinan menunjukkan jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

 

Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index/P1)

Konsep Definisi

Ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Kegunaan

Nilai agregat dari poverty gap index menunjukkan biaya mengentaskan kemiskinan dengan membuat target transfer yang sempurna terhadap penduduk miskin dalam hal tidak adanya biaya transaksi dan faktor penghambat. Semakin kecil nilai poverty gap index, semakin besar potensi ekonomi untuk dana pengentasan kemiskinan berdasarkan identifikasi karakteristik penduduk miskin dan juga untuk target sasaran bantuan dan program.

Interpretasi

Penurunan nilai indeks Kedalaman Kemiskinan mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

 

Indeks Keparahan Kemisikinan (Poverty Severity Index/P2)

Konsep Definisi

Indeks yang memberikan informasi mengenai gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

Kegunaan

Ukuran ini memberikan informasi yang saling melengkapi pada insiden kemiskinan. Sebagai contoh, mungkin terdapat kasus bahwa beberapa kelompok penduduk miskin memiliki insiden kemiskinan yang tinggi tetapi jurang kemiskinannya (poverty gap) rendah, sementara kelompok penduduk lain mempunyai insiden kemiskinan yang rendah tetapi memiliki jurang kemiskinan yang tinggi bagi penduduk yang miskin.

Interpretasi

Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Satu Tanggapan to “Indeks Kemiskinan”

Trackbacks/Pingbacks

  1. DATA KEMISKINAN 2012-2013 | RACHMAT - September 18, 2014

    […]  Sebagaimana kebiasaan saya. Sebetulnya lebih tepat disebut dibiasakan untuk selalu membuka mail kantorku. Soalnya ada kewajiban membuka email kantor minimal 3 kali sehari. Anda taulah dijaman serba cepat sekarang ini memaksa orang menggunakan sarana canggih dan tercepat untuk saling berkomunikasi. Termasuk di kantor saya. Nah pada hari ini (lihat tgl postingan) saya membuka email yg isinya data angka kemiskinan seluruh Indonesia. Untuk melengkapi pengertian dan konsep definisi tentang kemiskinan, maka saya mengcopas tulisan Saudara Erwin, TS saya yang bertugas di BPS Binjai.  Lengkapnya bisa mengunjungi blognya Ervin Noderius Mei Bunawolo : https://bunawolo.wordpress.com/2013/02/13/indeks-kemiskinan/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: