Benturan Budaya

25 Mei

hari sabtu yang lalu adalah hari yang paling bahagia buat seluruh keluarga besar aku. hari itu adalah hari pernikahan kakak. kebetulan dilaksanakan di tempat calonnya di purwakarta.

awalnya berjalan lancar-lancar saja. mulai dari pagi harinya di rumah untuk pemberangkatan k gereja sampai acara pemberkatan di gerejanya sendiri. cuma saja ketika resepsi, aku agak sedikit terkejut karena ternyata resepsinya dibungkus dengan adat batak (iparku suku batak). mungkin karena ini adalah pernikahan pertama di keluarga kami, aku diam saja dan memperhatikan. dan seperti ‘ketakutan’ ku di awal acara resepsi batak itu, begitulah yang terjadi…..

kami, pihak keluarga perempuan, sama sekali ga dianggap diacara tersebut.  dimulai dari ga jelasnya penyambutan kami dan paman-paman ku, ga tahu mau duduk dimana (karena ga diberitahu), bahasa batak yang digunakan sepanjang acara (padahal mereka tahu ada keluarga pihak perempuan), lebih lagi karena papa-mama ku seolah-olah ga ada disitu.. hmmm bagiku yang bukan orang batak, adat macam apa itu?? jadi kami semua pihak perempuan cuma dianggap undangan biasa, orang tua kandung, paman-paman, saudara kandungnya. woow… tapi gapapalah yang penting pernikahan kakak bisa berjalan lancar dan selamat sampai selesai acara resepsi batak yang membosankan itu.

sepulang dari sana, sempat terlontar ucapan dari orang tua bahwa cukup sekali ini aja menantunya orang batak, waduh padahal aku jatuh cinta dengan cewe batak nih.. gawat hahaha…

aneh dan mengesalkan memang bagi kami, suku nias, dengan acara yang seolah-olah tidak menghargai keberadaan keluarga pihak perempuan di acara itu. tapi mungkin memang begitu adat batak, mo gimana? sebab, sepengetahuan aku, di adat pernikahan nias yang salah satu pihak bukan orang nias, tetap menghargai keberadaan keluarga pihak luar tersebut dan biasanya diupayakan dalam acara tersebut ada bahasa indonesianya sehingga pihak yang lain juga bisa turut mengerti.

hmmm.. benturan budaya, begitulah

2 Tanggapan to “Benturan Budaya”

  1. chery Juni 19, 2012 pada 10:02 am #

    saya org nias juga berencana menikah dgn org batak, tp gimana dengan resepsinya? sebaiknya bagaimana? apakah bisa diatur dengan acara penghormatan kepada keluarga wanita yg berasal dr nias dulu baru dilanjutkan dengan adat bataknya. ada masukan gak ya? untuk mencegah adanya ribut2 untuk kedepannya?

  2. Ervin Januari 22, 2013 pada 8:10 am #

    good 4 you. mudah2an lancar ya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: