Remunerasi Oh..Remunerasi

13 Mar
1.
Bagi PNS (seperti aku) kata remunerasi terdengar empuk di telinga (emang bantal). Maklum kata tersebut identik dengan peningkatan kesejahteraan (baca: gaji dan pendapatan). Namun bagi aku sebagai PNS di BPS (apalagi di daerah jauh), remunerasi juga menimbulkan tanda tanya dan kebingungan, apa dan bagaimana remunerasi itu!. Artikel ini mungkin dapat memberi gambaran tentang remunerasi yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS (Amin). Tapi ingat lho, remunerasi juga berarti tuntutan akan kinerja yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

1. Gaji

Gaji ditetapkan dengan memperhatikan peranan masing-masing PNS dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan;

Dalam struktur remunerasi tidak digunakan istilah gaji pokok tetapi gaji untuk menghindari dampak keuangan negara terhadap perubahan uang pensiun Pegawai Negeri yang telah pensiun sebelum peraturan tentang gaji ini berlaku dan terhadap penerapan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (pasal 16 ayat (2) tentang tunjangan profesi diberikan setara dengan 1 kali gaji pokok guru)

Peranan setiap jabatan tersebut diukur dengan bobot jabatan yang dihasilkan melalui evaluasi jabatan;

Evaluasi jabatan dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

Pengetahuan

Kebutuhan akan kontrol dan supervisi

Jenis dan kebutuhan akan pedoman

Kompleksitas

Ruang lingkup dan dampak

Hubungan interpersonal

Lingkungan kerja

Penetapan besaran gaji berdasarkan klasifikasi jabatan dan peringkat jabatan

Golongan /pangkat yang berlaku sementara waktu masih digunakan namun untuk eselonisasi kemungkinan tidak kita gunakan lagi tetapi diganti dengan peringkat jabatan manajerial

2. Tunjangan Biaya Hidup (Kemahalan)

Tunjangan ini diberikan untuk kebutuhan pangan,

perumahan dan transport yang berbeda nilainya

dari setiap daerah.Besarnya tunjangan dihitung dengan

memperhatikan kebutuhan tingkat biaya hidup di

masing-masing daerah;

-Tunjangan biaya hidup untuk daerah

dibebankan pada APBD masing-masing


3. Tunjangan Kinerja (Insentif):

Tunjangan prestasi diberikan pada akhir tahun;

Jumlahnya tergantung pada tingkat prestasi dan pencapaian target/output yang dicapai pegawai berdasarkan hasil penilaian kinerja tahunan;

Jumlah maksimum adalah 3 kali gaji.

4. Tunjangan Hari Raya

Tunjangan diberikan setahun sekali dan besarnya adalah sama dengan gaji.

Tunjangan diberikan kepada PNS dan CPNS yang masa kerjanya minimal 6 bulan;

Tunjangan diberikan menjelang hari besar keagamaan.


5. Tunjangan Kompensasi

Tunjangan kompensasi diberikan kepada:

PNS yang ditugaskan di daerah terpencil, daerah yang bergolak;

PNS yang bekerja di lingkungan yang tidak nyaman, berbahaya atau beresiko tinggi ;

Besarnya tunjangan ditetapkan dengan memperhatikan tingkat ketidaknyamanan atau resiko yang dihadapi pegawai;


6. Iuran bagi pemeliharaan kesehatan PNS dan keluarganya diberikan dalam jumlah yang minimal sama dengan yang dibayar PNS;


7. Iuran bagi dana pensiun PNS dan THT dengan jumlah yang minimal sama dengan yang dibayar pegawai.

25 Tanggapan to “Remunerasi Oh..Remunerasi”

  1. Bhina Maret 31, 2009 pada 2:35 am #

    Akhir2 ini isu remunerasi di lingkungan bps semakin hangat,tapi kapan realisasinya belum jelas,kita sebagai abdi negara(pegawai bps) hanya bisa berdoa saja mudah mudahan kesejahteraan kita meningkat,dengan remunerasi berarti kinerja dan tanggung jwb kita harus ditingkatkan.salam

  2. restu April 8, 2009 pada 7:22 am #

    Sesama warga BPS dan alumni STIS. Saya juga warga BPS yang mengharapkan renumerasi ataupun tunjangan kinerja segera terealisasi.
    semoga saja doa kita segera terkabul. Amin…

    Come to my page at http://inspirasi.comuf.com

  3. ASIH Mei 5, 2009 pada 8:18 am #

    bagiku yang pentig pekerjaan bps dihargai karena data itu mahal lebih mahal kagi kalau tidak digunakan jadi ya bayaran mahal lah..

  4. ASIH Mei 5, 2009 pada 8:19 am #

    capek deh… nunggu remunerasi.

  5. Ervin Mei 6, 2009 pada 10:53 am #

    ga usah ditunggu mba’🙂

  6. deni Mei 19, 2009 pada 12:53 pm #

    remunerasi kami menunggmu

  7. sriais37 Agustus 31, 2009 pada 5:32 pm #

    alhamdulillah… semoga ini menjadi relita yang indah… bagi semuanya khususnya insan statistisi di BPS, setidaknya mendengar kabar yang baik akhir-akhir ini… tunjangan naik 100% (yang sejumlah 185ribu kali yah)….tapi entah mulai kapan…Btw, berapapun…. patut kita syukuri….semoga dengan banyak bersyukur “si uang” merasa senang karena diterima dgn senang hati oleh kita dan mereka memanggil teman-temannya untuk berbondong-bondong masuk ke kantong kita… amin. Energi positif yang memancar dari diri kita akan menyebarkan positif pula ke sekitar….bersyukurlah…

  8. Ervin Noderius M Bunawolo September 13, 2009 pada 4:06 pm #

    amin!!!…

  9. winid November 5, 2009 pada 9:18 am #

    lalu bgmn nasib remunerasi n tunjangan kinerja BPS, bang Nod… sdh ada kabar…?
    hahhahah….🙂

  10. Ervin November 6, 2009 pada 4:31 pm #

    hahaha… di tunda sampe 2011 !!

  11. mat godeg Januari 17, 2010 pada 4:58 pm #

    Jangan ditunggu… rugi. Mending cari usaha sampingan….
    Dagang baso ato ngojek …. ato jadi konsultan data swasta…. HA AHA HA AHA

  12. tata Januari 28, 2010 pada 6:00 am #

    tunggu saja kunai sambil berdoa menunggu remunerasi

  13. Muna Januari 28, 2010 pada 6:08 am #

    Assalamualaikum… Teman teman bps …kita sama-sama berdo`a mudah-mudahan remunerasi di bps cepat terrealisasi.

  14. yusuf April 15, 2010 pada 6:38 am #

    kalo melihat hal diatas bagus lah, apalagi ada uang tunjangan kemahalan dan tunjangan kompensasi, karena selama ini saya melihat teman teman yang kerja di daerah terpencil dan mahal upah yang didapat sama, padahal biaya transport yang diberikan kantor tidak mencukupi. mungkin itu yang kadang-kadang bikik KSK “ngakal” bayangin aja disuruh listing ubinan kesebuah desa yang harus pakai perahu untuk menyeberang aja perlu Rp 250.000 upah listing yang didapat cuma 120.000.

  15. badru Desember 16, 2010 pada 2:20 am #

    Remunerasi BPS rasanya itu mustahillllll.
    Kalaupun itu terjadi ya..namanya keajaiban dunia.
    Masalahnya… Yang terjadi selama ini adalah para pembuat kebijakan nampaknya tidak peduli dengan nasib dan kehidupan anak buahnya kecuali ksk.
    Pengalaman membutikan uang ratusan juta lebih peduli pada orang-orang luar dan mitra yang sama sekali tidak ada kerjanya…. RT,RW,DLL
    Dan kami orang2 yang ada si staf kab/kota yang tidak dapat fasilitas apapun, tetapi untuk urusan kerjaan, Ya … tahu betul kualitas kerjaan ksk yang nota bene UJUNG TOMBAK lalu kami dianggap apa …LAP nya atau Gagang Tombak?
    Jadi kapan keadilan itu ada, peran kami kecil tapi kualitas data yg valid tidak akan nampak bila tidak ada kami…
    Remunerasi remunerasi remunerasi…. kapan berwujud jangan hanya bergentayangan menjadi angin surga…. belaka
    Kapan kapan dan kapan…………
    Masa…. menghitung pdrb, proyeksi penduduk, ramalan produksi …bisa di hitung
    tapi…. honor anak buah yang hanya sekab/kota 20 orang saja tidak bisa….
    why ?

  16. heri Desember 22, 2010 pada 8:49 am #

    remunerasi…..hmmm…sudah banyak yang menanti.
    mungkin sebagian besar pegawai BPS akan bertanya “KAPAN??”
    sebelumnya mari kita dukung keberhasilan reformasi birokrasi di BPS dengan Statcap Cerdas nya…sudah siapkah kita?
    betul yang mas badru sampaikan…moral kita apa sudah siap??
    Profesional, Integritas dan Amanah harus kita junjung tinggi….tp kenyataanya???
    banyak masih menjadi pemborong…kerja belum sudah nanya upah???
    gimana sikap profesionalisme, integritas…apalagi amanah…jauh

  17. iwed Desember 23, 2010 pada 2:44 am #

    askum, wrb.

    memang penghasilan bruto yg diterima pegawai BPS berapa ya?

    thnx b4!

  18. Fitri Desember 23, 2010 pada 10:23 am #

    Assalamu’alaikum..,
    senada dengan Iwed..,

    memangnya interval penghasilan karyawan di BPS berapa yah?
    terutama untuk fresh graduate S1.
    Kebetulan temen ada yang ketrima di BPS pusat. pengen tahu aja.

    Terima kasih ats infonya yah..

  19. Ervin Februari 1, 2011 pada 9:11 am #

    setuju dengan apa yang mas heri sampaikan. tidaklah hak tapi kewajiban mendahului hak. jadi kinerja dulu yang digenjot. karena esensi dari remunerasi itu adalah peningkatan kinerja sebagai bagian dari reformasi birokrasi bps. menurut pendapat saya yah mari kita dukung bersamalah niat baik dari pimpinan yang mencanangkan statcap cerdas di bps. karena tanpa dukungan kita semua, tentu hal tersebut tinggal wacana semata tanpa aksi. mudah-mudahan remunerasi yang diharapkan bersama dapat segera terwujud demi kesejahteraan bersama.

  20. Ervin Februari 1, 2011 pada 9:20 am #

    oh ya, info buat sdri iwed dan fitri : kalo gaji pns dimana-mana sama. cuma penghasilan yang didapat tentu dapat berbeda-beda tergantung dari banyak hal seperti unit kerja (pusat, prop atau kab/kota), pangkat/golongan, masa kerja dan jabatan. sebagai gambaran seorang staf golongan 2 dengan masa kerja 0 tahun di bps dapat berpenghasilan sekitar 3 jutaan per bulan , diluar operasional/ honor kegiatan adhoc dll.

  21. nickfey_hamasah Juli 1, 2011 pada 10:38 am #

    hmm…berharap [segera] ada remunerasi d BPS,,,yg pasti, setuju dgn komentar di atas..lksanakan dulu kwajiban, baru minta hak:)

    Salam kenal pak,,saya mhswa STIS tgkat 4,,insyAllah smga lulus taun ini n bs sgera brgabung dgn klwrga besar BPS. mohon doanya

  22. irfan.to75@yahoo.com April 22, 2012 pada 6:59 pm #

    BPS bukan lembaga yang menberikan pemasukan bagi negara, jadi BPS tidak sesuai untuk diberikan remunerasi karena hanya akan membebankan anggaran belanja pegawai, karena remunerasi tidak diperuntukan bagi kementrian atau lembaga yang konsumtif. Jadi pegawai negeri sipil jangan berharap gaji besar. lagi pula BPS hanya bekerja dalam ruang pendataan yang terkandang dipandang tidak perlu. jika kalian ingin tau sebenarnya tugas BPS hanya sensus penduduk diluar itu hanyak proyek semata demi memberikan kesibukan pegawai BPS.

  23. Ervin Juni 12, 2012 pada 2:56 am #

    buat irfan, BPS memang bukan lembaga yang didirikan dengan tujuan untuk memberi pemasukan bagi negara. Faktanya, BPS sebagai lembaga publik bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebagaimana halnya lembaga publik yang lain. Kalau untuk memberi pemasukan bagi negara, ada lembaga lain contohnya BUMN.
    saya setuju dengan pendapat jadi PNS jangan berharap gaji besar. Kalo mau pendapatan yang besar kenapa tidak jadi pengusaha aja🙂
    BPS memang ditugaskan oleh negara untuk menjadi lembaga survei untuk kepentingan negara. itu ada undang-undangnya koq, namanya statistik dasar termasuk sensus penduduk yang saudara irfan sebut. tapi statistik dasar bukan hanya sensus penduduk saja lho. BPS juga mengumpulkan banyak data yang oleh undang-undang dan pemerintah ditugaskan kepada BPS untuk dikumpulkan. Nah, kalo ada data yang dipandang tidak perlu, saya rasa kita kembalikan kepada yang meminta data tersebut untuk dikumpulkan. Buat irfan mungkin data penduduk pun belum tentu perlu, tapi diperlukan oleh pemerintah. Jumlah ternak sapi dan kerbau juga mungkin irfan ga butuh, tapi diperlukan oleh kementerian pertanian. jadi BPS tidak akan mengumpulkan data jika data tersebut tidak ada yang memerlukan (sekedar proyek :)).
    nah, kalo terkait dengan remunerasi sebenarnya itu hanyalah bagian dari program reformasi birokrasi pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan pemerintahan dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan bersih. saya rasa, itupun menjadi harapan dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari pemerintah yang ada sekarang ini. semoga.

  24. nono Agustus 23, 2012 pada 1:23 pm #

    jangann diharap pemerintah cuma omdo (omonmg doang)

  25. rahadikiki Oktober 31, 2012 pada 3:15 am #

    Dibohongi loe sama pejabat di BPS Pusat
    Surga telinga aja itu…
    Wkkwkkwkkwkkwkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: